Penyelenggara

Yayasan Paramarta Karya Budaya, IASI dan Diaspora Indonesia in Bremen kolaborasi dengan beberapa paguyuban wayang orang indonesia, antara lain Wayang Orang Bharata Jakarta, Wayang Orang ISI Surakarta, Wayang Orang RRI Surakarta, Wayang Orang Sriwedari dan Swargaloka Jakarta.

1. Yayasan Paramarta Karya Budaya

Yayasan ini berdiri atas prakarsa dr. Prasti Pomarius, seorang dokter warga negara Indonesia dan tinggal di Jerman yang memiliki kerinduan dan kepedulian atas pelestarian budaya Indonesia. Beliau juga memililki kepedulian membantu dokter-dokter muda Indonesia.
Bersama dengan Bambang Prasetyo Rachmadi dan kelima temannya: Sinnal Blegur, Arida Permata, Ruth Nina Kedang, Putu Arimbawa, dan Nikolaus Pramono pada bulan Februari 2018 mendirikan wadah pelestarian budaya tradisional Indonesia Yayasan Paramarta Karya Budaya yang berarti berkarya dan berbudaya mulia.Tujuh orang anak muda dengan latar belakang suku bangsa dan latar belakang yang berbeda dengan aktif ingin terus memperkenalkan berbagai seni budaya leluhur dari seluruh daerah di Indonesia kepada publik tanah air maupun dunia Internasional.
Dr. Prasti Pomarius
Founder Paramarta Karya Budaya

2. Ikatan Ahli Sarjana Indoesia-Jerman - IASI

Organisasi diaspora yang beranggotakan para ahli, profesional, ekspatriat pengusaha dan akademisi Indonesia di Jerman maupun ahli atau akademisi Jerman yang peduli indonesia didirikan oleh Presiden ketiga RI Prof BJ Habibie pada tahun 1979 di Bonn dan merupakan salah satu organisasi yang diakui oleh pemerintah Jerman.
IASI turut mendukung kemitraan bilateral Indonesia-Jerman dalam penguatan hubungan dagang dan investasi Indonesia Jerman, pertukaran informasi berbasis penelitan, penguatan pendidikan vokasi Indonesia, program pertukaran pelajar dan mahasiswa Indonesia-Jerman dan berbagai program lainnya. Saat ini IASI yang dipimpin oleh Ketua Umum Yudi Ardianto MSc. memiliki beberapa divisi, diantaranya divisi kedirgantaraan, pendidikan, kebudayaan, kedokteran dan EBT (energi baru dan terbarukan).
Yudi Ardianto MSc
Ketua IASI

3. Diaspora Indonesia in Bremen

Asosiasi "Diaspora Indonesia di Bremen e.V."dideklarasikan pada 17 Juni 2016. Tujuannya adalah menjadi organisasi yang memanyungi semua komunitas Indonesia serta warga negara Indonesia di Bremen seperti Asosiasi Islam Indonesia, Komunitas Kristen, Serikat Mahasiswa, Kelompok Paduan Suara Kristen serta Klub Perempuan dan penduduk Jerman yang tertarik dengan Indonesia.
Tujuan lainnya adalah mempromosikan Indonesiadan memelihara hubungan antara Indonesia danJerman di semua bidang masyarakat, misalnya kerjasama di bidang pembangunan, sosial budaya dan integrasi warga negara Indonesia dan keluarga Indonesia di Jerman. Untuk mencapai tujuan ini, "Diaspora Indonesia" dibawah pimpinan Ketua Umum Dami Frese bekerja sama dengan beberapa institusi diBremen, seperti Universitas Bremen, VHS Bremen dan ParitätischerBildungswerk LV Bremen e.V. Misalnya dalam bentuk acara budaya Indonesia, menawarkan kursus bahasa juga menawarkan banyak seminar dan loka karya untuk mempromosikan warga negara Indonesia.
Dami Frese
Ketua Diaspora Indonesia in Bremen

4. Sutradara dan Koreografer

Teguh Ampiranto
Sutradara
Teguh Ampiranto telah berkiprah di Paguyuban Wayang Orang Bharata sejak pertengahan dasawarsa 1980an. Selain sebagai seorang aktor/pemain wayang orang, ia juga seorang sutradara.

Bersama kelompok pelestari seni tradisional Sekar Budaya Nusantara, lelaki yang akrab disapa Kenthus ini telah menggarap lebih dari 70 lakon yang disiarkan stasiun televisi nasional, menggelar event wayang orang instansi Pemerintah dan korporasi serta menggelar berbagai karya anak bangsa baik secara individu maupun bersama Wayang Orang Bharata baik didalam negeri maupun berkeliling ke sejumlah negara dalam rangka misi budaya diantaranya Vietnam, Myanmar, Jerman, Jepang, India, Belanda, dan Perancis. Beberapa karya besarnya adalah:
Selain aktif sebagai aktor, sutradara dan penulis skenario, Teguh“Kenthus” juga kerap kali menjadi narasumber sarasehan dan diskusi kebudayaan khususnya seni pertunjukan tradisional dan kontemporer Indonesia. Beliau tidak pernah lelah untuk terus mengembangkan bakat seniman muda serta mengembangkan bentuk pagelaran wayang orang dengan memadukan elemen klasik dengan sentuhan tarian kontemporer dalam usaha pelestarian kesenian tradisional sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa batas usia.
Nanang Ruswandi
Koreographer
Meskipun bukan lahir dari keluarga seniman penggung tradisional, namun sejak bergabung dengan Paguyugan Wayang Orang Bharata di pertengahan sekade 1980-an, Nanang Ruswandi  segera menguasai berbagai tarian Nusantara dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Bharata. Sebagai penari dan koreografer senior, Nanang Ruswandi berhasil menggarap berbagai pagelaran wayang orang berkolaborasi dengan sutradara Teguh “Kenthus” Ampiranto baik bagi berupa pagelaran Wayang Orang Bharata maupun bagi organisasi Pemerintah, swasta korporat maupun lembaga filantropi tanah air dan telah berhasil menghasilkan lebih dari 60 lakon. Salah satu karya koreografi yang berhasil digarapnya adalah “Banjaran Gatot Kaca” (2010) yang telah dipentaskandi Istana Kepresidenan RI dan Opera House Sydney-Australia. Beliau juga merupakan asisten koreografer seniman besar bidang tari tanah air diantaranya Retno Maruti dan Guruh Soekarno Putra. Sebagai seorang koreografer tari, Nanang Ruswandi selalu merasa tertantang untuk terus mengembangkan dan menciptakan bentuk kreasi tari yang mampu memadukan tarian tradisional dengan tarian moderndan memberikan sentuhan yang baru dan berbeda dalam pertunjukan wayang orang sehingga tidak lagi dianggap “kuno”.